Cara Menerima Panggilan Telepon
Telepon
barangkali adalah hal biasa bagi kita, setiap hari kita juga melakukan
panggilan atau menerima telepon. Namun bagi sebuah kantor atau perusahaan,
menerima telepon pun ada standar operasi dan prosedurnya. Mengapa mengangkat
telepon harus diatur? karena segala hal itu ada unggah-ungguh-nya
dan sewaktu mengangkat telepon kadang kita tidak tahu siapa yang
menelpon. Oleh karena itu untuk menghormati penelpon dan menunjukkan
bahwa kantor kita adalah kantor yang “bonafit” maka perlu ada tata cara
menerima telepon di kantor :
Adapun tata cara menerima telepon
adalah sebagai berikut :
1. Pada saat telepon berbunyi, sebaiknya mengangkat gagang
telepon sesegera mungkin, jangan biarkan penelepon menunggu lama. Jangan
mengangkat telepon yang sedang berdering dengan kasar, karena hal itu
menunjukkan ketidaksenangan dan ketidaksopanan terhadap orang yang ada di
sekitar Anda.
2. Menyebutkan nama kantor, perusahaan, atau divisi dan memberi
salam kepada penelepon, dan sampaikan salam dengan suara jelas dan tidak
terburu-buru. Misal: “PT. Sabar Jaya, selamat pagi, dengan Niken
ada yang bisa dibantu?”
3. Tanyakan dengan sopan siapa lawan bicara Anda tanpa terkesan
menginterogasi, misal: mohon maaf, boleh tahu dengan siapa saya bicara? Ada
yang bisa saya bantu?
4. Dengarkan baik-baik permintaan penelepon, jangan memotong
pembicaraan.
5. Jika penelepon berkepentingan dengan orang lain, maka
sambungkan segera kepada orang yang dituju, jelaskan siapa dan dari instansi
mana si penelepon tersebut kepada orang yang dituju.
6. Apabila orang yang dituju tidak ada di tempat, maka penerima
telepon harus bisa menerima pesan yang ingin disampaikan penelepon, catat
dengan lengkap dan jelas, tanyakan dan catat kapan dan di nomor berapa
penelepon bisa dihubungi. Pastikan pesan tersebut sampai kepada orang yang
dimaksud.
7. Sebelum mengakhiri pembicaraan, tidak ada salahnya juga Anda
bertanya apakah masih ada yang bisa dibantu. Anda bisa menyampaikan, “Mohon
maaf, apakah ada hal lain yang bisa kami bantu?”. Anda bisa menggunakan kata
maaf maupun tidak.
8. Ucapkan terima kasih pada setiap akhir pembicaraan dan
ucapkan kembali salam selamat pagi/siang /sore.
9. Beri kesempatan kepada penelepon untuk menutup telepon
terlebih dahulu. Tutup telepon dengan perlahan.
10. Bersikaplah tersenyum dan duduklah dengan sopan pada waktu
berbicara melalui telepon karena sikap yang kurang ramah dan posisi duduk yang
kurang sopan dapat dirasakan oleh lawan bicara.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
1. Sikap mau membantu.
2. Jaga intonasi suara, jangan terlalu lemah tetapi juga jangan
terlalu keras seperti orang sedang marah.
3. Pilih kata-kata yang sopan, ramah, dan mudah dimengerti.
4. Jangan mengangkat telepon jika Anda masih berbicara dengan
orang lain.
5. Jangan makan/minum selama berbicara di telepon.
6. Jangan menguap.
7. Jangan memotong pembicaraan.
8. Jangan berbicara dengan orang ketiga di sekitar Anda pada
saat Anda sedang berbicara di telepon.
9. Gunakan sapaan atau kalimat yang berbeda-beda sehingga tidak
terkesan kaku.
10. Hindari menelepon pada kondisi ribut di sekitar Anda.
Demikian tips menerima telepon di
kantor, semoga bermanfaat.
Keterampilan
Mendengar Dan Memahami Informasi Yang Diterima
Interpersonal Skill (keterampilan interpersonal) sebagai kemampuan seseorang secara efektif untuk berinteraksi
dengan orang lain maupun dengan rekan kerja, seperti pendengar yang baik,
menyampaikan pendapat secara jelas dan bekerja dalam satu tim. Pakar lain
mengatakan bahwa interpersonal skill adalah kecakapan atau keterampilan yang
dimiliki oleh seseorang dalam hubungannya dengan orang lain, kecakapan atau
keterampilan untuk berkomunikasi baik verbal maupun non verbal.
Ahli lainnya mengatakan bahwa interpersonal skill (keterampilan interpersonal)
adalah suatu keterampilan untuk mengenali dan merespon secara layak perasaan,
sikap dan perilaku, motivasi serta keinginan orang lain. Bagimana seseorang
mampu membangun hubungan yang harmonis dengan memahami dan merespon manusia
atau orang lain. Adapun beberapa interpersonal skill (keterampilan
interpersonal), antara lain :
1.
Keterampilan
listening (mendengarkan) : Salah satu komponen dari proses komunikasi adalah bagian
menerima pesan, salah satunya ialah mendengarkan. Mendengarkan bukan secara
harfiah menggunakan alat pendengaran (telinga) , tetapi memiliki arti yang
lebih luas dengan penggunaan alat penerimaan pesan lainnya. Berikut ini ada
empat alasan utama mengapa orang perlu mendengarkan :
·
Untuk memahami dan
memperoleh informasi : Orang yang menguasai informasi memiliki kesempatan yang lebih
besar untuk sukses, baik secara pribadi maupun konteks professional, sebab, di
era sekarang, menguasai informasi berarti menguasai sumber daya. Memahami
perintah, memahami pesan, memahami kebutuhan orang lain, menggali lebih banyak
informasi dibutuhkan sebagai modal agar dapat berkomunikasi serta menjadi
kemampuan utama untuk dapat berhasil dalam setiap pekerjaan.
·
Analisis terhadap
kualitas Informasi : Kemampuan seseorang untuk dapat menganalisis informasi
dibutuhkan agar dapat bertindak tepat. Mendengarkan dan mendapatkan informasi
lebih banyak akan meningkatkan kualitas pesan yang diterima, kelengkapan data,
dan kemampuan mengolah informasi, sehingga simpulan atau analisis terhadap
suatu kondisi atau keadaan dapat diambil.
·
Membangun dan memelihara
hubungan : Alasan untuk mendengarkan adalah untuk melakukan komunikasi
interpersonal. Banyak survey telah membuktikan bahwa orang yang memiliki
kemampuan untuk mendengar dengan efektif memiliki hubungan yang lebih baik
dengan sesamanya, sebaliknya mereka yang kurang mampu untuk mendengarkan akan
memperburuk hubungan atau setidaknya tidak dapat membangun hubungan yang lebih
baik
·
Menolong orang lain : Kemampuan mendengarkan
wajib dimiliki agar dapat memahami orang lain dan pada akhinya, dapat menolong
orang lain. Pada saat seseoramg mau mendengarkan dan memberikan perjhatian yang
tulus serta serius kepada permasalahan yang kita sampaikan, hamper sebagian
besar masalah kita telah dapat ditolong, atau minimal dapat memberikan pola
atau prespektif yang baru tentang kita dapat menghadapi masalah yang kita
hadapi.
2. Keterampilan
providing feedback (memberikan umpan balik) : Umpan Balik adalah setiap bentuk
komunikasi yang disampaikan kepada seseorang dengan tujuan agar orang tersebut
mengetahui dampak perilakunya terhadap anda atau orang lain.
3. Keterampilan
persuading (membujuk) : Persuading (membujuk) adalah komunikasi tatap muka yang
dilakukan dengan sengaja oleh seseorang dengan tujuan agar pihak lain mau
mengikuti dengan sukarela kehendak seseorang.
4. Keterampilan
resolving conflicts adalah kemampuan untuk mengatasi konflik dengan orang
lain.
Berikut adalah 10 Cara
untuk meningkatkan
skill interpersonal anda:
1.
Smile. Sedikit orang
yang ingin berada di sekitar seseorang yang selalu terlihat tak bahagia.
Lakukan yang terbaik untuk menjadi seseorang yang friendly dan
antusias dengan rekan-rekan kerja anda. Bangun sikap positif dan ceria mengenai
pekerjaan dan mengenai kehidupan. Seringlah tersenyum. Energi positif yang anda
pancarkan akan menarik yang lain kepada anda
2.
Jadilah
apresiatif. Carilah satu hal positif tentang setiap orang yang anda
bekerja sama dan biarlah mereka mendengarnya. Jadilah murah hati dengan pujian
dan kata-kata yang mengobarkan semangat. Ucapkan terima kasih ketika seseorang
menolong anda. Buatlah kolega anda merasa diterima ketika mereka menelepon atau
datang ke kantor anda. Jika anda membiarkan orang lain mengetahui bahwa mereka
dihargai, mereka akan mau memberikan yang terbaik untuk anda.
3.
Perhatikanlah orang
lain. Cermatilah apa yang sedang terjadi dalam kehidupan orang lain.
Ketahuilah momen-momen bahagia mereka, dan tunjukkanlah perhatian dan simpati
pada situasi-situasi sulit seperti waktu sakit atau kematian. Buatlah eye
contact dan ingatlah orang dari nama pertama mereka. Tanyakan yang lain
akan opini-opini mereka.
4.
Latihlah mendengarkan
dengan aktif. Untuk mendengarkan dengan aktif adalah dengan
mendemonstrasikan bahwa anda memang mau untuk mendengar dan mengerti akan
pandangan orang lain. Itu berarti menegaskan kembali, dengan bahasa anda
sendiri, apa yang orang lain telah katakan. Dengan cara ini, anda mengetahui
bahwa anda mengerti apa yang mereka maksudkan dan mereka mengetahui bahwa
respon anda melebihi lip service. Rekan-rekan kerja anda akan menghargai
mengetahui bahwa anda benar-benar mendengarkan dengan apa yang telah mereka
katakan.
5.
Bawalah
kebersamaan. Ciptakanlah lingkungan yang mengajak orang lain untuk bekerja
sama. Perlakukanlah setiap orang dengan sama, dan jangan bermain `siapa yang
favorit.` Hindari berbicara tentang orang lain di belakang mereka. Tindak
lanjutkan apa yang orang lain sarankan atau minta. Ketika anda membuat
pernyataan atau pengumuman, pastikan bahwa anda telah dimengerti. Jika rekan-rekan
anda melihat anda sebagai seseorang yang solid dan fair, mereka akan
mempercayai anda.
6.
Tangani
konflik-konflik. Ambillah sebuah langkah mudah untuk membawa kebersamaan,
dan menjadi seseorang yang menangani konflik-konflik ketika akan terjadi.
Pelajari bagaimana menjadi mediator yang efektif. Jika ada rekan-rekan kerja
yang ber-cekcok mengenai permasalahan personal atau professional, aturlah agar
kedua pihak duduk bersama dan bantu mengatasi perbedaan mereka. Dengan
mengambil peranan memimpin, anda akan mendapatkan respek dan kekaguman dari
orang sekitar anda.
7.
Berkomunikasi dengan
jelas. Perhatikanlah apa yang anda katakan dan bagaimana anda
mengatakannya. Seorang komunikator yang jelas dan efektif menghindari salah
pengertian dengan rekan-rekan kerja, kolega-kolega, dan rekan sejawat anda.
Kelancaran verbal anda memproyeksikan gambaran akan intelijensi dan kedewasaan,
tidak peduli berapa pun usia anda. Jika anda tetap mengeluarkan semua apa yang
ada di pikiran anda, orang tidak akan terlalu menaruh perhatian dengan
kata-kata ataupun opini anda.
8.
Hiburlah
mereka. Janganlah takut untuk menjadi lucu ataupun pandai. Banyak orang
yang mau berada di dekat orang-orang yang bisa membuat mereka tertawa.
Gunakanlah rasa humor anda sebagai alat efektif untuk menurunkan batas dan
menghimpun perhatian orang.
9.
Lihatlah dari sisi
mereka. Empati berarti menjadi mampu untuk menaruh diri anda dalam sepatu
orang lain dan mengerti apa yang mereka rasakan. Cobalah untuk melihat situasi
dan respon-respon dari perspektif orang lain. Ini bisa terjadi dengan tetap
berhubungan dengan emosi-emosi anda sendiri; orang-orang yang menghindari
perasaan mereka sendiri terkadang menjadi sulit untuk ber-empati dengan orang
lain.
10.
Janganlah
mengeluh. Tidak ada yang lebih buruk dibandingkan seorang pengeluh yang
kronis ataupun perengek. Jika anda harus mengemukakan tentang sesuatu,
simpanlah itu dalam buku harian anda. Jika anda harus mengungkapkan dengan
kata-kata keluhan-keluhan anda, ungkapkan kepada teman terdekat anda dan
keluarga saja, dan jadikanlah singkat. Bagikan itu kepada semua orang sekitar
anda atau yang lainnya dan anda akan mendapatkan reputasi buruk.
A=Alpha, B=Bravo, C=Charlie, …
Filed under: Our World — Leave a comment
June 29, 2011
Sewaktu masa-masa sekolah, guru-guru biasanya menyebutkan
jawaban-jawaban A,B,C,D dengan Alpha, Bravo, Charlie, dan Delta.
Atau mungkin sewaktu anda sedang telepon, ada kata-kata
yang mungkin perlu diperjelas huruf-hurufnya dengan menggunakan sandi seperti
itu.
Tapi apakah kalian tahu di balik A=Alpha, B=Bravo,
C=Charlie, D=Delta tersebut ternyata ada E=Echo, F=Golf, dst.
Nih tabel lengkapnya, semoga bermanfaat lah di kemudian
hari.
A: Alpha
B: Bravo C: Charlie D: Delta E: Echo F: Foxtrot G: Golf H: Hotel I: India J: Juliet K: Kilo L: Lima M: Mike |
N: November
O: Oscar P: Papa Q: Quebec R: Romeo S: Sierra T: Tango U: Uniform V: Victor W: Whiskey X: X-ray Y: Yankee Z: Zulu |
Selain list-list singkatan tersebut, ternyata ada loh
yang versi Indonesia dan British :
Indonesia
A : Ambon
B : Bandung C : Cepu D : Demak E : Ende F : Flores G : Garut H : Halong I : Irian J : Jepara K : Kendal L : Lombok M : Medan N : Namlea O : Opak P : Pati Q : Quibek R : Rembang S : Solo T : Timor U : Ungaran V : Viktor W : Wilis X : Ekstra Y : Yongki Z : Zainal |
British
A : Andrew
B : Benjamin C : Charlie D : David E : Edward F : Fredrick G : George H : Harry I : Issac J : Jack K : King L : Lucy M : Marry N : Nelly O : Oliver P : Peter Q : Queen R : Robert S : Sugar T : Tommy U : Unkle V : Victory W : William X : Xmas Y : Yellow Z : Zebra |
Sejarah dari huruf-huruf alphabet tersebut :
Pelafalan huruf dalam komunikasi radio maupun telepon,
seperti Alfa, Bravo, Charlie, dst., disebut sebagai international
radiotelephony spelling alphabet. Daftar kode spelling yang ada sekarang,
diadopsi secara resmi pertama kali oleh ITU (International Telecommunication
Union) pada tahun 1927.Aircraft Radio Test.Kualitas audio suatu alat
komunikasi baik itu lewat kabel ataupun non-kabel (wireless) sangat
tergantung kualitas media hantar dan kualitas audio dari alat komunikasi itu
sendiri.
Dalam komunikasi radio atau telepon, seringkali satu
atau dua huruf yang terdengar mirip dalam pelafalannya. Contohnya bunyi lafal
untuk huruf (D) “De” hampir mirip dengan bunyi lafal huruf (B) “Be” dan (G)
“Ge”.
Untuk itulah dalam dunia komunikasi lewat udara, pihak
yang terlibat dalam pembicaraan sering menggunakan kata/bunyi yang diawali
oleh huruf yang dilafalkan. Hal ini pada awalnya dipergunakan dalam
komunikasi radio antar personil militer dan untuk dunia penerbangan. Secara
resmi disebut sebagai international radiotelephony spelling alphabet.
Kadang, ketika anda sedang numpang pesawat, terdengar
komunikasi antara pilot dengan petugas ground-control “Golf is current,
please coming” dan dijawab dengan “We have a lot of Whiskey“. Bagi orang awam
mungkin bisa mengerenyitkan dahi, kenapa saat mau mendarat kok malah diskusi
olahraga dan minuman keras ?!.
Padahal bisa saja kata ‘Golf’ yang diucapkan oleh
petugas ground-control tersebut dimaksudkan sebagai ‘Ground’ dan ‘Whiskey’ yang
diucapkan oleh pilot dimaksudkan sebagai ‘Woman’. Hal ini untuk mempermudah
komunikasi antara pilot dengan bagian ground-control.
|



Tidak ada komentar:
Posting Komentar